Taat berlalu Lintas
Karjo senang
sekali kedatangan mertuanya, baru 1 minggu pasca menikah, dan tinggal di
Boyolali membuat Karjo kaget campur senang, didatangi mertua. Mertuanya
ini asli semarang. Dan karena takut ga ada bus pas pulang, mertua Karjo
sepakat menginap.
"Pah, beliin nasi goreng buat mama dan Papi ya" bisik Sisi.Takut orang tuanya dengar.
"Masak aja sayang" Karjo ikut berbisik.
"Jauh jauh dari Semarang, masak mau di suguhi nasi sama ceker." Sisi manyun sambil berdiri.
"Iya. Iya." Karjo beranjak pergi.
"Eh, ingat Pah, mama dan papi sukanya nasi goreng mawut dan Magelangan."
"Magelang??" Karjo menahan langkahnya dan berbalik. Kaget.
"Jadi papa, mama suruh ke Magelang untuk beli nasi goreng gitu?."
"Jadi papa, mama suruh ke Magelang untuk beli nasi goreng gitu?."
"Magelangan papa, bukan Magelang.Itu nasi goreng campur mie goreng papa." sisi manyun lagi.
2 jam kemudian
"Pah" teriak sisi diujung sana,
"Papa itu beli nya nasi goreng di Turki atau di Hongkong ?"
"Gak ke dua duanya mah" Karjo bingung "kenapa?" Tanyanya tanpa ekspresi.
"Beli nasi goreng lama banget!, cepat keburu lapar. " sisi teriak makin kenceng
1 jam kemudian...
"Papah....." sisi sudah ga tahan nahan amarahnya.
"Bentar mah, sabar..." Karjo memelas. Masih mendorong motornya.
"Papah itu beli nya kemanakah?, 3jam beli nasi goreng?!.motornya rusak? "
"Mamah itu ga tahu." Karjo masih ngosngosan.
"Ga tahu apa?, motornya rusak?" Sisi manyun lagi.
" Ga rusak Siti
Markonahku sayang. Tapi mamah ga tahu sih. Dari pengkolan depan rumah
sampai warung nasi goreng, tiap setengah kilometer, ada tulisan kurangi
kecepatan,Kurangi kecepatan. Lama-lama ya tak matiin motornya, tak
dorong. Wong disuruh ngurangi kecepatan terus"
Sisi Melongo.
hahahahaha

Komentar
Posting Komentar