JAJE LAKLAK BALI JAJE FAVORIT WISATAWAN BALI
Jaje
Laklak Bali ,Jaje Favorit Wisatawan Bali
Bali pulau eksotik dengan segala keindahan alam dan kearifan lokalnya,
mempunyai aneka makanan kue atau penganan tradisional, dibali jaje merujuk pada
jajanan atau panganan. Jaje bali sangat beranekaragam diantaranya : Godoh,
Lempog, Dodol, Satuh, Uli, Klepon, Bantal, Sumping, Pisang Rai, Giling-giling,
Batun Bedil, Batun Duren, Lukis, Laklak, Kaliadrem, Bubuh Sumsum, Wajik, Injin,
Bendu, Bikang, Ketimus, Ketan Merah dan Ketan Putih. Beberapa di antaranya
selain untuk penganan juga untuk sarana persembahyangan.
Jaje Bali semuanya dibuat dengan cara yang sederhana, tetapi
mempunyai rasa yang lezat dan tentu saja bercitra rasa tinggi.
Jaje Laklak Bali ini terbuat dari tepung beras, berbentuk bundar
dengan diameter 3-5 cm, ketebalan 4-5 mm, bagian bawahnya keras karena proses
pembakaran ditungku seperti halnya surabi ,tapi bagan atasnya lembut , umumya berwarna putih atu hijau muda yang
berasal dari air daun pandan suji yang dicampurdengan adonan. Jaje Laklak Bali
biasanya disajikan dengan toping kelapa parut yang telah dibakar sedikit dan disiram larutan gula merah, cita rasa Jaje
Laklak Bali sangat terpengaruh oleh alat
masak dan bahan yang digunakan, umumnya Jaje
Laklak Bali dibuat dengan mengunakan tungku tradisional dan cetakan Loyang yang
berbahan tanah liat.
Sekilas Jaje Laklak Bali memang hampir bahkan mirip dengan kue
surabi Jawa barat, pastinya anda pernah mencicipinya bukan? hanya saja beda kue
ini adalah surabi mepunyai banyak pilihan rasa dan toping sedang Jaje Laklak
Bali hanya memiliki 1 variasi rasa, tapi,belakagan ini mulai hadir variasi lainnya dengan tidak meninggalkan
cirikhasnya sebagai panganan manis.
Di beberapa desa di Bali Jaje Laklak Bali disajikan dengan cara menambahkan santan kelapa atau gula
durian/ gula yang dicampur isi durian. Akan terasa nikmat bila Jaje Laklak Bali
disantap ditemani kopi Bali atau teh hangat saat pagi atau sore hari.
Laklak Bali saat ini sudah menjadi salah satu jajanan khas Bali
yang sudah menjadi favorit wisatawan di
Bali. Tapi jika anda belum kesempatan menikmatinya sendiri diBali anda bisa membuatnya
sendiri di rumah ,berikut resepnya;
B A H A N N Y A :
1.Tepung Beras, 1000 gram
2.Kelapa Parut, 10 gram
3.Gula Merah, 500 g
4.Garam, 10 gram
5.Kapur sirih, 5 gram
6.Daun Kayu Sugih, 5 lembar
CARA PEMBUATAN :
1.Tepung beras dilarutkan dengan air bersih sebanyak lebib kurang 10 gelas didalam waskom.
2.Kemudian ditambahkan dengan larutan daun kayu sugih sebanyak 10 gelas sebagai pewarna sehingga warna Laklak yang dihasilkan hijau muda.
3.Selanjutnya ditambahkan garam dan kapur sirih, terus diaduk dengan sendok sehingga terbentuk adonan yang merata.
4.Adonan ini kemudian didiamkan selama 60 menit didalam waskom.
5.Selanjutnya adonan yang telah siap dituangkan kedalam cetakan yang terbuat dari batu merah yang berbentuk lekukan-lekukan seperti kawah kecil.
6.Cetakan tersebut dipanasi dengan api yang berasal dan kayu api atau api kompor. Yang penting diusahakan agar panasnya konstan dan tidak terlalu besar.
7.Setelah adonan dipanaskan lebih kurang 10-15 menit, adonan dapat diangkati secara hati-hati dengan alat yang disebut sutil.
8.Tanda bahwa Laklak sudah matang dapat dilihat dari bagian bawah laklak sudah berwarna coklat kehitaman dan baunya sudah gurih.
9.Setelah jajan Laklak diangkat dari cetakan, selanjutnya didinginkan dari nyiru yang diberi alas daun pisang.
10.Setelah proses pembuatan Laklak selesai barulah dilanjutkan dengan pemaruuat at tan daging kelapa dan melarutkan gula merah.
11.Campuran larutan gula merah dengan kelapa parut disebut dengan unti.
12.Laklak selanjutnya siap untuk disajikan.
13.Penyajian dapat dengan cara menaburi unti diatas bagian yang lembut dari Laklak atau menaburi kelapa parut terlébih dahulu kemudian baru disiram dengan larutan gula merah.
14.Dari 1000 gram tepung biasanya dihasilkan 50-60 buah Laklak ukuran normal.
1.Tepung Beras, 1000 gram
2.Kelapa Parut, 10 gram
3.Gula Merah, 500 g
4.Garam, 10 gram
5.Kapur sirih, 5 gram
6.Daun Kayu Sugih, 5 lembar
CARA PEMBUATAN :
1.Tepung beras dilarutkan dengan air bersih sebanyak lebib kurang 10 gelas didalam waskom.
2.Kemudian ditambahkan dengan larutan daun kayu sugih sebanyak 10 gelas sebagai pewarna sehingga warna Laklak yang dihasilkan hijau muda.
3.Selanjutnya ditambahkan garam dan kapur sirih, terus diaduk dengan sendok sehingga terbentuk adonan yang merata.
4.Adonan ini kemudian didiamkan selama 60 menit didalam waskom.
5.Selanjutnya adonan yang telah siap dituangkan kedalam cetakan yang terbuat dari batu merah yang berbentuk lekukan-lekukan seperti kawah kecil.
6.Cetakan tersebut dipanasi dengan api yang berasal dan kayu api atau api kompor. Yang penting diusahakan agar panasnya konstan dan tidak terlalu besar.
7.Setelah adonan dipanaskan lebih kurang 10-15 menit, adonan dapat diangkati secara hati-hati dengan alat yang disebut sutil.
8.Tanda bahwa Laklak sudah matang dapat dilihat dari bagian bawah laklak sudah berwarna coklat kehitaman dan baunya sudah gurih.
9.Setelah jajan Laklak diangkat dari cetakan, selanjutnya didinginkan dari nyiru yang diberi alas daun pisang.
10.Setelah proses pembuatan Laklak selesai barulah dilanjutkan dengan pemaruuat at tan daging kelapa dan melarutkan gula merah.
11.Campuran larutan gula merah dengan kelapa parut disebut dengan unti.
12.Laklak selanjutnya siap untuk disajikan.
13.Penyajian dapat dengan cara menaburi unti diatas bagian yang lembut dari Laklak atau menaburi kelapa parut terlébih dahulu kemudian baru disiram dengan larutan gula merah.
14.Dari 1000 gram tepung biasanya dihasilkan 50-60 buah Laklak ukuran normal.
50-60 buah Laklak ukuran normal.
Selamat mencoba


Komentar
Posting Komentar