Rebecca






Hari ini seperti kemarin, kemarin, dan kemarinnya lagi, langit kadang biru, kadang hitam, kadang kelabu, angin seperti kemarin kadang ke utara, keselatan, kebarat, ketimur. Berpusing-pusing sejenak pun kadang dia lakukaan. Di tengah-tengah lapang yang kering, menerbangkan debu yang diam menempel di antara rumput rumput kering. Alam desaku harmoni alam yang terlalu indah untukku tinggalkan. Tapi tunggu dulu,mari kita lihat  layar gadget usang milikku dulu, mari kita lihat akun fb.
Mari kita buka satu persatu, puluhan hingga ratusan photo profil teman fb dengan beragam gaya mereka muncul. Mereka seolah berlomba menarik mata, untuk sekedar mengarahkan  tangan kita untuk mengklik akun mereka. Belum lagi kadang kita dibuat bingung dengan nama-nama aneh mereka yang nylimet dan sulit di cerna anak tk yang lagi belajar membaca , hohohohoho….
AkuGhadizsetyamzenAntyKqmuszelaMManYa@, Dzikwea3a5a67hyjju, dan @#^&()awersSWal%%^7  dan entah apalagi, entahlah apa yang mereka fikirkan.
 Ups… bentar-bentar, Aku sempat kaget dengan sebuah nama “Rebeecca “ yups, Nama itu akhir-akhir ini menguntitku terus, akun fb tanpa foto profil pemilik.  Hanya gambar anime  jepang “saylor moon”.Tapi doi selalu coment tiap aku menulis status ,  Ah sapa sih dia ?.
Klik, kena kau Rebecca!
Aku buka lagi kumpulan fotonya, kosong hanya gambar animasi masa  kecil. Scroll kebawah, tapi belum ada tanda titik terang siapa si Rebecca                                                                                                                                 
Kemudian muncul satu status bertulis, 5 detik yang lalu melalui blackberry Smart Phone.
Ah,,, siapa sih dikau Rebecca, scroll terus, scroll terus, terus .
Bosan, tak terbayar rasa penasaran ku,buka akun teman-teman yang lain, seperti kemarin kemarin  dan kemarinnya lagi. Aku hanya bisa gigit jari, kagum, dan terpana dari beberapa diantara mereka.
Wajah mereka berubah dari 15 tahun yang lalu, lantas di akun mereka bertulis
Kuliah di Universitas,
Sekolah Tinggi,
 bekerja di Kantor A, W, X. , di Universitas Blablabla, di Bank blabala,Mengajar diblabala
dan tertulis juga melalui Black…..,Andr….., smart……, ehm entah kenapa aku musti begini, masih betah aja di desa.
Harusnya aku bisa tho seperti mereka,aku punya apa yang mereka tulis, diprofil mereka. Tapi rasanya malu menuliskan itu semua bila nyatanya semua itu hanya ku simpan. Selebihnya aku hanya memanfaatkan segenap energiku untuk berbakti pada kampungku, dan  dengan gadget usang ini aku melakukan selancar di dunia maya dan kembali bertemu mereka dan tentu saja, Rebecca.
Satu persatu mereka membawa kenangan masa lalu yang jauh dan tak pernah dapatku sentuh, mereka hadir membawa selaksa baru dengan apa yang mereka tulis di akun mereka, entah benar atau salah, rasa inginku  untuk menjadi seperti mereka kembali menyeruak, berputar-putar di pikiranku, tapi kosong, tanpa tujuan apa yang harus ku lakukan!.
Hari ini masih seperti kemarin masih di desa dengan harmoni alam yang menarikku untuk tetap bertahan.
Klik!
Muncul nama-nama teman masa lalu, aku Atunisa yang bernama “Atun” mulai selacar di link alumni SMA “XXXX” mulai bergabung dalam komunitas mereka .
Di sini aku terbelalak, ada koment dari Rebecca,lagi. Menyoal reuni, Ya Rebecca lagi.
Aku tulis “Rebecccca tu sapa to ?”
Tak ada respon tapi, beberapa menit kemudian muncul koment koment baru, yang ternyata. Bingung juga mereka ,siapa Rebecca. Mereka malah saling tebak , Apesnya pulsa ku habis dan aku kehilangan kontak mereka. Ah  mungkin nunggu besok pagi untuk dapat beli pulsa di kampung sebelah.
24 jam kemudian
Ku buka lagi link alumni SMA “XXXX”, Rebecca hanya mengkoment kalau jadi reuni. Maka gak akan penasaran lagi, tulisnya sambil  memasang emoji tertawa penuh kemenangan.
Hari itu pun datang.  Hari Reuni Akbar SMA ku.
Dengan mobil cap “ndang balekno tun” aq datang. Kelas IPA , Yang dulu sudah berubah, sangat jauh berubah, kini di atas pintu tertulis Ruang Komputer. Sebuah ruanganya yang tak pernah terbayangkan bakal ada di sekolah ini 15 tahun yang lalu. Suasana samping kelas yang dulu hijau kini terganti lapangan bola basket , masjidnya saja yang masih berdiri di samping kolam ikan dekat kelas bahasa.
Aku berjalan sendiri, mencari suatu ruangan yang jelas dulu tak ada di sekolah ini  ruang balai kegiatan siswa.  Hummm, hari ini tampak nya tidak sama seperti kemarin.
“Atun ya?” Sesosok tambun itu  berdiri di depan aula besar, Badannya yang padat berisi terbalut gamis merah cabe sangat mencolok sekali.
“Ya, disini acaranya ya bun ?” aku tersenyum kaget dan heran kenapa masih ada yang mengenali aku, tapi siapa dia??.
tun  kowe lali karo aku?” dia menjabat tanganku erat. (Tun kamu lupa dengan saya ?)
“iyo ki,, kowe sopo yo?”  aku sangat lupa atau mungkin tak pernah membayangkan bertemu sosok unik didepanku. (Iya nih,kamu  siapaya ?)
“aku ruby ,sing mesti nurun kowe pas ulangan”  (aku ruby , yang dulu pasti menyontek kamu saat ulangan ) dia tertawa kencang sekali, nyaris terguncang gedung dihadapanku
“Rubicah ?”aku balik Tanya,  hahahahhha, geli rasanya kalau ingat uma dia yang selalu mencontoh aku saat ulangan karena Cuma dia yang percaya kalau aku pintar hahahhaa.
“iyo tun,,” dia tertawa lebih kencang( Iya tun)
“Trus kowe reti ana reuni soko ngendi ?” aku bingung juga  karena dua, hal satu  karena heran melihat tubuh jumbo ruby dan ruby juga ga ada di link alumni kenapa bisa tahu ada reuni?? (kamu tahu darimana kalau ada reuni ?)
“lho sing usul reuni kan aku tho “ dia tertawa  makin keras  (lho yang usul reuni kan aku )

“Tun,Rebecca ki aku, Rubicah …. Hahahahhaha” dia tertawa ….

ingin rasanya aku pingsan, selaksa jingga

                                                                                                                                Sempidi, 1 mei 2013







Komentar

  1. Loalah, rubicah dadi rebecca, hehe. Salam knal ya, mb. Keren ceritanya, namun lanjutkan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bunda.... , makasih itu tulisan saya dulu,kemarin sempat mentok ga ada ide akhire sa
      ya post lagi

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JAJE LAKLAK BALI JAJE FAVORIT WISATAWAN BALI

Pindahan rumah , jangan Lupakan ini

Inilah Alasan Kenapa Tempe Busuk Jadi Idola Banyak Orang