Liburan di Ekowisata Mangrove Bali





Sejak saya tinggal bali teman teman saya langsung menduga, pasti saya jalan-jalan ke pantai terus, saya pasti sering hang out ke cafe diBali. Pasti saya ketemu bule tiap hari. Dan sederet dugaan "pasti" yang nyatanya salah besar. hahahhahaha

Pernah saya di telepon tetangga yang aslinya kalau di Jawa gak pernah tuh nyapa saya, ngobrol sama saya, eh tiada angin tiada hujan tetiba dia  telepon saya hanya karena mau nitip kaos Joger khas Bali, asli!. Nah lho padahal  saya emang di Bali tapi bukan berarti saya langsung ke mana-mana, bisa kemana mana, bisa piknik melulu hahahhaaha. Saya juga kerja sayang,.hahahhahaha

Dan saya termasuk orang yang jarang piknik  bahkan mungkin kurang piknik (alaamak miris ya hidup saya) hahahaha. Beberapa waktu yang lalu pas hari raya galungan saya jalan - jalan ke Ekowisata mangkove Bali. Wisata Bali tidak memululu soal pantai, hutan mangrove bisa jadi alternatif.

Dibangunnya Ekowisata hutan mangkrove ini bertujuan untuk memberikan pendidikan pada masyarakat akan pentingnya  menjaga habitat dan ekosistem hutan bakau.

Pengunjung diajak menjelajahi hutan mangrove dengan mengunakan mangrove track. Yang terbuat dari kayu. Dari panjangnya track kita akan melihat berbagai biota hutan mangrove yang masih asli dan alami. Ekosistem yang masih asli menambah suasana yang benar benar fresh,pengunjung akan disambut dengan aneka hewan seperti kepiting, burung, ikan, udang bahkan buaya  muara. Suara burung dan angin sepoi sepoi akan terasa berbeda, sangat cocok bagi pengunjung yang ingin santai sejenak dari rutinitas.

Di beberapa titik di sediakan spot spot untuk istirahat  bagi pengunjung, Tower di tengah hutan untuk melihat pemandangan sekitar dari ketinggian, terutama untuk melihat habitat burung. Pada spot spot tertentu terdapat papan pengumuman yang menginformasikan biota apa saja yang ada di sekitar spot itu. Tentu spot spot ini sangat bagus untuk spot swafoto yang instragramable.


Untuk keseluruhan Wisata ekowisata hutan mangrove ini bagus. Hanya saja saat saya datang kemarin ada beberapa kayu   bagian dari track mangrove miring bahkan ada yang nyaris lepas. Bahkan ada bagian yang telah rapuh. Beberapa spot foto seperti gardu pandang bahkan sudah tidak dapat dipakai karena lapuk bahkan rusak. Di perairan pun banyak sampah mengapung bahkan tersangkut di tanaman bangkau. Mungkin ini sampah kiriman dari  laut bali yang memang akhir akhir ini terkontaminasi sampah plastik kiriman.

Ini memberikan pesan pada kita, hendaknya kita mampu menjaga apa yang kita punya agar selalu lestari, dengan tidak merusaknya, selalu merawatnya demi keberlangsungan ekosistem di sekitar  kita. Jangan  sampai  kita baru ingat pentingnya menjaga linkungan setelah bencana menghampiri kita.

Dan satu lagi jika wiasata ke Bali jangan lupa masukan Ekowisata Hutan Mangrove kedalam  list  destinasi wiata  anda. Saya Tunggu...







Komentar

Postingan populer dari blog ini

JAJE LAKLAK BALI JAJE FAVORIT WISATAWAN BALI

Pindahan rumah , jangan Lupakan ini

Inilah Alasan Kenapa Tempe Busuk Jadi Idola Banyak Orang