ketika hidup di desa terasa keras (katanya)


selamat pagi....
 saya kog berasa kejar kejaran sama jamya bun?, maklum laptop saya rebutan sama anak saya. kalau saya pegang laptop dia minta  pangku , kelar sudah  jam menulis saya,mumpung dia masih tidur, jadi biar saya saja yang menguasai laptop ini hahhhaaha.

Bunda saya pernah iseng buka hp suami saya yang lebih canggihan dikit dari hp apalah apalah saya. Kebetulan saya buka fbnya suami. Dan disana saya melihat video  seorang wanita cantik yang ngeluhin kerasnya hidup di desa, bunda ada yang sudah pernah lihat?

Saya tidak membenarkan sepenuhnya semua yang mbak cantik itu katakan. Tapi berdasar pengalaman saya, yang juga asli desa yang  dikatakan mbak cantik juga taksepenuhnya salah. Divideo pada intinya adalah mbak cantik cerita hidup di desa itu keras, sedikit sedikit dikomentari tetangga. Belum nikah di komentari, sudah nikah dikomentari, belum punya anak dikomentari, sudah punya anak dikomentari, tidak kerja dikomentari, sudah kerja dikomentari.

Nah nah kan, tapi jangan baper dulu.  Memang orang itu sukanya mengomentari orang, tidak kita hidup di desa , tidak pula kita hidup di kota. Pasti ada komentar yang menghampiri  kita betul ?. Semua balik pada diri kita. Mau menanggapi atau tidak.

Hidup di desa memang sedikit perbeda dengan dikota, di desa biasanya sudah dari kecil kita tahu siapa tetangga kita, kalau di  kota terkadang kita tidak tahu siapa yang rumahnya di pojokkan gang?, bahkan ada juga lho yang tidak tahu sama sekali tetangga kiri kanan, depan belakang. ya kan ya?. Semoga kita tidak sepeerti itu, amin.

Kultur di desa memang berbeda dengan kota, tentunya pola hubungan sosialnya pun berbeda. Terkadang bahkan pola sosial dan adat istiadat setiap desa pun berbeda walaupun masih satu kabupaten.




lalu bagaimana jika menghadapi masalah yang sama dengan mbak cantik yang ngerasa banget, kerasnya hidup di desa.

Tutup mata tutup telingga, bukan maksud sombong. Tapi hanya tidak mendengarkan komentar komentar negatif orang, mendengarkan omongan orang yang tidak perlu hanya akan membuat kesal dan tidak ada untungnya. Energi kita akan sia sia. Sebaiknya diamkan saja tak usah di dengar tak perlu ditanggapi.

Tidak perlu di konfirmasi, komentar orang yang kita konfirmasi malah akan menyudutkan kita. Lalu orang yang berkomentar akan semakin menyerang kita, dan biasanya mereka akan senang mencari kesalahan kita lalu menertawakan kita.

Tetaplah bersikap baik. Ya dengar tetap bersikap baik dengan komentator hidup kita akan merasa jauh lebih tenang, ingat kebencian hanya akan merusak mood kita. Dan kebencian akan seseorang juga akan menjauhkan kita dari rejeki.

Jadikan Komentar sebagai penyemangat. Dikomentari kita malah marah, membenci itu salah.Yang benar itu jadikan komentar sebagai semangat. Bukankah salah satu trik melawan komentator adalah membungkamnya dengan keberhasilan kita ?.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

JAJE LAKLAK BALI JAJE FAVORIT WISATAWAN BALI

Pindahan rumah , jangan Lupakan ini

Inilah Alasan Kenapa Tempe Busuk Jadi Idola Banyak Orang