Trick Jitu Mengatasi Sikap Bossy Pada Anak






Wah sebenarnya ini adalah tulisan saya yang kesekian kali soal sifat bossy bu, tapi yang dulu-dulu tidak  pernah jadi, karena ini isu paling sensitif dilingkungan saya. Iya lingkungan tempat tinggal saya, tapi yang paling penting adalah kita belajar hal positif dari lingkungan kita. Benerkan ?, benar dong?.

Jika sering mendengar anak berteriak “Ambilin mainan ku sekarang!”, atau “ Aku mau minum, ambilin !”. Dan itu diucapkan pada siapa saja, bahkan kadang memaksa dan menuntut.  Maka   itu tandanya anak kita bersikap bossy bu. Jika itu diucapkan pada anak usia 1-3 tahun adalah hal lucu dan menggemaskan, tapi kalau itu diucapkan anak usia 3 tahun ke atas bahaya lho. Efeknya dia tidak akan disukai lingkungan terutama teman-teman, apalagi kalau emak dari teman-temannya pada baper wah tambah gawat itu bu.
Memang anak usia 3 tahun mulai  mengontrol lingkungannya,mencoba mencari kebebasan dan mulai menentukan mana yang dia suka mana yang tidak dia suka. Mereka akan mencoba untuk mengontrol hal-hal dan orang-orang di sekitar mereka untuk melihat apa yang dapat diterima dan apa yang tidak.

Kadang kita sebagai orang tua merasa cuek saja terhadap perkembangan anak. Semua dianggap normal, dan latah berkata “biarlah namanya juga anak kecil”, tapi masalahnya tak sampai disitu bu, ada effect jangka panjang yang perlu kita waspadai. Walau begitu kita tak boleh sembarang menanggapi hal ini.

Menanggapi anak yang bossy adalah dengan kelembutan dan kesabaran ya bu, jangan lantas kita langsung marah pada anak. Ini akan membuat anak makin menjadi. Komunikasi adalah terbaik. Saat anak menunjukan sikap bossy dihadapan kita, orang lain, atau temannya jangan diolok-olok, dipermalukan, atau langsung kita ceramahi, tapi hadapi dengan tenang. Katakan padanya untuk mengatakannya dengan sopan.
Jangan beri keinginan anak jika anak tidak menunjukkan perilaku baik saat memintanya bu, sehingga dia tidak melazimkan sikapnya pada semua orang. Kalau minta ya dengan caranya tanpa tahu caranya itu salah.
Dan yang tak kalah penting adalah control kita bu, sebagai orang tua. Lalu beri pujian saat anak melakukan hal positif dengan bersikap baik dan bekerjasama dengan orang lain.
Hal yang tak kalah penting untuk kita lakukan adalah 

1 Jangan mengolok-olok atau menertawakan bahkan menyalahkan sikap bossy  anak bu, hadapi dengan tenang dan tegas. 
2 Cari penyebabnya , anak biasanya meniru lingkungan. Boleh jadi dia meniru sikap kita sebagai orang tuanya, jadi ibu bisa koreksi bagaimana sikap kita pada orang sekitar. Dengan pembantu atau karyawan misalnya. Tentu anak memiliki alasan kenapa bisa bersikap bossy.
3 katakan harapan kita sebagai orang tua, tentang sikapnya pada orang-orang di lingkungan. Beri anak hadiah/pujian saat dia mampu melakukannya, namun bila di ulangi lagi bisa diberi hukuman tapi dengan komukasi terlebih dahulu dengan anak.
4. konsinten mendampingi anak adalah point penting bagi kita sebagai orang tua. Hal ini agar anak konsisten bersikap baik terhadap lingkungan.  Bangun komunikasi yang menyenangkan dengan anak tentang dampak sikap bossynya. Dan bisa juga ibu gunakan media lagu, film,cerita tentang bahaya sifat boosy bagi diri anak. Agar anak memiliki pemahaman yang benar tentang cara berinteraksi dengan lingkungan dan orang orang sekitar.



Komentar

  1. Kebetulan banget anak saya umur 3 tahun. Tapi Alhamdulillah enggak bossy, ambekan aja dan sedikit manja hehe .... Thanks sharingnya Mak :*

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JAJE LAKLAK BALI JAJE FAVORIT WISATAWAN BALI

Pindahan rumah , jangan Lupakan ini

Inilah Alasan Kenapa Tempe Busuk Jadi Idola Banyak Orang